Back

Liburan Murah Asyik ke San Francisco dan LA

Mau jalan-jalan di Amerika tapi tidak tahu bagaimana caranya karena semua serba mahal? Kendala ini juga saya temui, karena sebagai mahasiswa dengan beasiswa, saya harus pandai mengatur uang. Sebagai seorang pelajar di Amerika, saya memegang visa J1 dan tidak diijinkan untuk bekerja. Jadi uang beasiswa yang saya dapatkan saya  maksimalkan  untuk transportasi, beli buku, makan, keperluan pribadi dan sisanya saya simpan untuk biaya jalan-jalan.  

Bicara soal jalan-jalan saya paling senang, apalagi Amerika begitu besar dengan 50 negara bagian yang semuanya menarik untuk di kunjungi, kalau isi dompet mengijinkan tentu saja. Untuk menyiasati keterbatasan biaya, hal pertama yang saya lakukan adalah cari pesawat atau bus dengan harga diskon di internet sesuai dengan negara bagian yang akan di kunjungi. Pokoknya, jangan bosan pandangi laptop berlama-lama. Tiket penerbangan domestik antar negara bagian lumayan mahal, orang Amerikapun ada yang tidak pernah melakukan perjalanan dengan pesawat.

Jalan di Amerika semua mulus seperti jalan toll, baik dalam kota maupun desa-desa, tidak seperti di Papua atau daerah lain di Indonesia yang masih banyak bolong-bolong. Untuk melakukan perjalanan dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya tidak harus lewat udara tapi juga bisa menggunakan jalur darat.  

Saat libur musim semi di bulan Maret, atau yang dikenal dengan spring break, kemarin, saya dan dua teman saya Dea dan Carol  berkunjung ke California tepatnya San Francisco dan Los Angeles. Untuk melakukan perjalanan ini kami harus booking pesawat  dua bulan sebelumnya supaya bisa mendapatkan harga tiket yang murah untuk perjalanan pulang pergi dari Washington D.C. ke San Francisco. Harga yang kami harus bayar hanya $296 dollar, sama dengan harga tiket pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta ke Timika, tapi satu kali jalan.

Sama halnya dengan tiket pesawat kami juga dapat tiket Megabus dari San Francisco ke Los Angeles dengan harga $10 untuk perjalanan pulang pergi. Walaupun waktu yang dibutuhkan cukup lama, yaitu delapan jam perjalanan, kami tetap menikmati. Kaki kami sempat kram tapi tetap menikmati perjalanan karena bus di sini sangat nyaman, bersih, dan lengkap dengan WiFi gratis, TV, dan toilet. Walaupun ada penumpang sebelah yang tidur ngorok sambil kepalanya jatuh di bahu saya, tapi saya pasrah dan tidak merasa itu masalah besar, yang penting bisa lihat Hollywood!  

Untuk penghematan saya menghindari hotel mewah, restoran maupun objek wisata yang membutuhkan uang.  Saya juga sempat menghemat biaya akomodasi dengan numpang tidur di apartemen teman saya di San Fransisco.

Selain numpang tidur di apartemen teman saya, saya juga bisa berhemat dengan menginap di hostel. Hostel ini tidak seperti hotel lho, kami cuma menyewa tempat tidur dan berbagi kamar dengan para backpacker dari negara-negara lain. Hostel yang kami sewa sangat murah dan lokasinya strategis, persis di sebelah stasiun kereta atau biasa disebut Metro di sini, Hollywood Walk of Fame, Dolby Theatre. Bisa juga lihat artis-artis Hollywood di red carped  yang lagi promosi film-film terbaru mereka.  

Semoga tips saya membantu kalau kamu suatu hari nanti berkunjung ke Amerika. Sekali lagi saya ingatkan, jangan  lakukan pemesanan sebelum hari H  bisa-bisa “pay through the nose” istilah orang Amerika, yang artinya kamu bisa membayar sangat mahal.

Sampai bertemu di kisah saya selanjutnya!

  1. daripapuakeamerika posted this