Back

Perjalanan ke Gurun Pasir Amerika

Ternyata gurun pasir tidak hanya ada di negara Timur Tengah tapi juga di Amerika. Awal Januari lalu saya dan teman-teman penerima beasiswa Community College berkunjung ke Arizona, salah satu negara bagian di barat daya Amerika, yang terkenal dengan gurun pasir. Arizona juga terkenal dengan musim panas yang sangat, sangat panas dan musim dingin yang tidak terlalu dingin.

Waktu pertama kali mendengar kita akan melakukan kegiatan retret tahunan di Arizona pikiran saya langsung menuju Grand Canyon, satu dari tujuh keajaiban dunia. Saya juga teringat dengan keinginan untuk ketemu dengan penduduk asli Amerika terutama suku Apache dan suku Hopi yang memang tinggal di Arizona.

Perjalanan dari Washington D.C. ke Arizona memakan waktu 6 jam dengan pesawat, sama saja dengan perjalanan dari Jakarta ke Timika-Papua.

Cuaca di Arizona sangat berbeda sekali, dengan Virginia. Pertama kali menginjakkan kaki di bandara di Arizona keringat sudah mengucur di seluruh tubuh saya. Saya merasa gembira akhirnya untuk satu minggu saya tidak perlu memakai jaket yang tebal dengan perlengkapan musim dingin lainnya, seperti yang harus saya lakukan di Virginia.

Karena tujuan kami ke Arizona adalah retret maka dari bandara kami langsung menuju ke tempat penginapan di Lake Powell dengan menggunakan bus. Dalam perjalanan saya melihat banyak rumah penduduk asli, begitu juga toko-toko yang menjual aksesoris suku Indian atau di Amerika biasa disebut dengan Native American. Saya juga melihat kaktus yang besar-besar di halaman rumah penduduk, yang tingginya kadang melebihi rumah penduduk. Saya melihat kaktus-kaktus itu seperti raksasa di pinggir jalan.

Di Lake Powell saya juga sempat bertemu dengan keluarga Native American, lho. Kalau di Indonesia ada suku asli seperti suku Asmat, suku Alor, suku Dayak, suku Badui dan lainnya, di Amerika juga ada suku asli Indian dengan nama yang berbeda-beda seperti Navajo, Cherokee, Apache, Sioux, Hopi dan lainnya.

Ketika koordinator retret kami bilang kami akan bertemu dengan suku asli Amerika yang berdomisili di Arizona, saya merasa senang sekali akhirnya bisa bertemu langsung. Pikiran saya tertuju pada film-film Hollywood tentang suku Indian yang berpakaian tradisional. Tapi bayangan saya langsung buyar saat bertemu langsung dengan satu keluarga yang akan memberikan presentasi kepada kami. Beliau berpendidikan tinggi, cara berpakaian mereka sama seperti kita pada umumnya hanya saja penuh motif seperti batik Papua “unik.“ Paling bedanya adalah pria hopi harus berambut panjang, tidak boleh dipotong karena ini adalah tradisi yang tetap dipertahankan sebagai identitas mereka.

Karena sangat senang dan tertarik dengan semua tentang suku Hopi Saya minta diajari beberapa kata sederhana dalam Bahasa Hopi seperti yang saya mau bagi seperti di bawah ini.

Terima Kasih: Askwali (untuk perempuan) Kwa Kwha (untuk pria)

Apa Kabar: Um Hintsaki? Um Hinta?

Senang bertemu Anda: Lolma Sonway

Semoga kita bertemu lagi: Nu Piw Umi Yorikni.

Terima kasih kembali: Owi

Senang sekali rasanya betemu langsung dengan suku asli Amerika di Arizona. Pengalaman ini akan terus saya ingat selamanya.

Grand Canyon

Akhirnya saya menginjakkan kaki di Grand Canyon di hari ketiga. Grand Canyon terbentuk dari erosi air dan angin yang terjadi selama jutaan tahun. Tempat ini panjangnya 363 km, dalamnya 1,6 km, dan selebar 16 km. Pemandangan di tempat ini sungguh sangat indah sekali seperti lukisan, ciptaan Tuhan yang tidak bisa ditaklukkan oleh manusia.

Selain Grand Canyon, saya juga mengunjungi Lake Powell, Antelope Canyon, dan Sedona. Ketiga tempat ini saling berdekatan.

Kalau kamu punya kesempatan berkunjung ke Amerika, jangan lupa berkunjung ke Arizona. Para pecinta fotografi pasti tidak menyesal datang ke sana.

Sampai bertemu di petualangan saya berikutnya di Amerika! 

  1. daripapuakeamerika posted this